Donald Trump
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Donald trump)
Donald John Trump (
; lahir di
New York City,
New York,
14 Juni 1946; umur 71 tahun) adalah pebisnis, tokoh
televisi realita, politikus, dan
Presiden Amerika Serikat ke-45.
Sejak 1971, ia memimpin
The Trump Organization,
perusahaan induk utama untuk semua usaha properti dan kepentingan bisnis lain miliknya. Sepanjang
karier bisnisnya, Trump telah membangun gedung perkantoran, hotel, kasino, lapangan golf, dan
fasilitas bermerek lainnya di seluruh dunia. Ia terpilih sebagai
presiden Amerika Serikat ke-45 pada
pilpres 2016 dari
Partai Republik; ia mengalahkan calon dari
Partai Demokrat,
Hillary Clinton. Ia
dilantik pada tanggal 20 Januari 2017.
Trump lahir dan besar di New York City. Ia meraih gelar sarjana dari jurusan ekonomi
Wharton School di
Universitas Pennsylvania pada tahun 1968. Tahun 1971, ia mengambil alih kendali perusahaan properti dan konstruksi milik ayahnya,
Fred Trump. Trump tampil di berbagai ajang
Miss USA yang penyelenggaraannya dikuasai Trump sejak tahun 1996 sampai 2015. Ia juga tampil secara
mendadak di sejumlah
film dan seri televisi. Ia sempat
mencalonkan diri sebagai presiden dari
Partai Reformasi pada tahun 2000, namun mengundurkan diri sebelum pemungutan suara dimulai. Ia merupakan pembawa acara dan produser
The Apprentice, seri televisi realita di
NBC, pada tahun 2004 sampai 2015. Hingga 2016, ia terdaftar di
Forbes sebagai orang terkaya ke-324 di dunia dan ke-113 di Amerika Serikat dengan kekayaan bersih $4,5 miliar.
[3]
Pada Juni 2015, Trump mengumumkan
pencalonan dirinya
sebagai presiden dari Partai Republik dan langsung menjadi calon
unggulan. Bulan Mei 2016, para pesaingnya di Partai Republik
menghentikan kampanyenya masing-masing. Bulan Juli 2016, ia secara resmi
dicalonkan sebagai presiden pada
Konvensi Nasional Republik 2016.
Kampanye Trump mendapat liputan media dan perhatian luas di dalam
maupun luar negeri. Banyak pernyataan Trump dalam berbagai wawancara,
Twitter,
maupun kegiatan kampanyenya yang memicu kontroversi atau terbukti
keliru. Sejumlah kegiatan kampanye Trump sepanjang pemilihan pendahuluan
dibarengi oleh
unjuk rasa. Setelah Trump memenangi pemilu, ia memulai proses
transisi pemerintahan. Pada usia 70 tahun, ia merupakan
orang tertua yang menjabat sebagai presiden Amerika Serikat.
Kebijakan Trump meliputi renegosiasi
perjanjian dagang A.S.–Cina, penolakan terhadap beberapa perjanjian dagang seperti
NAFTA dan
Kemitraan Trans-Pasifik, penegakan
hukum imigrasi yang lebih ketat serta membangun tembok di sepanjang
perbatasan A.S.–Meksiko, reformasi perawatan
veteran, pembatalan dan penggantian
Undang-Undang Layanan Kesehatan Terjangkau (
Affordable Care Act), dan pemotongan pajak. Setelah
serangan Paris November 2015, Trump mengusulkan penghentian sementara
imigrasi Muslim ke Amerika Serikat; ia kemudian mengubah rencana kebijakannya menjadi "
pemeriksaan latar sangat ketat" dari negara-negara tertentu.
[4]
Kehidupan awal dan karier
Trump lahir tanggal 14 Juni 1946 di
Jamaica, Queens, salah satu permukiman di New York City.
[5] Ia merupakan anak keempat dari lima bersaudara. Tiga saudaranya masih hidup:
Maryanne, Elizabeth, dan Robert. Kakak Trump, Fred Jr., meninggal dunia pada tahun 1981 akibat
alkoholisme. Atas alasan inilah, Donald tidak pernah meminum minuman beralkohol atau merokok.
[6]
Trump memiliki keturunan
Jerman dari pihak ayahnya dan
Skotlandia dari pihak ibunya. Keempat kakek-neneknya lahir di
Eropa. Ayahnya,
Fred Trump (1905–1999), lahir di
Queens dari orang tua yang berasal dari
Kallstadt, Jerman, dan menjadi salah satu pengembang properti terbesar di New York City.
[7][8] Ibunya,
Mary Trump (née MacLeod, 1912–2000), lahir di
Tong, Lewis, Skotlandia.
[9] Fred dan Mary bertemu di New York dan menikah pada tahun 1936, lalu membangun rumah tangga di Queens.
[9][10] Pamannya,
John G. Trump, seorang dosen di
Institut Teknologi Massachusetts dari tahun 1936 sampai 1973, terlibat dalam penelitian radar pihak Sekutu pada
Perang Dunia Kedua dan membantu merancang mesin sinar-X yang memperpanjang usia penderita kanker. Pada tahun 1943,
Federal Bureau of Investigation meminta John Trump mempelajari penelitian dan alat-alat
Nikola Tesla setelah Tesla meninggal di kamarnya di
New Yorker Hotel.
[11] Kakek Donald Turmp adalah
Frederick Trump, pengusaha restoran dan asrama di sekitar Seattle dan
Klondike, Kanada.
[12]
Keluarga Trump aslinya merupakan pengikut
Lutheran, namun orang tua Trump merupakan jemaat
Gereja Reformed Amerika.
[13] Nama keluarga Trump sebelumnya dieja
Drumpf atau
Drumpft, kemudian berubah menjadi Trump semasa
Perang Tiga Puluh Tahun pada abad ke-17.
[14] Trump mengatakan bahwa ia bangga akan darah Jermannya; ia menjabat
marsekal tinggi pada pagelaran
German-American Steuben Parade tahun 1999 di New York City.
[15]
Pendidikan
Keluarga ini memiliki rumah dua lantai berarsitektur
Kebangkitan Tudor di Midland Parkway,
Jamaica Estates, tempat Trump menetap saat masih bersekolah di
The Kew-Forest School.
[16] Trump berhenti sekolah pada usia 13 tahun dan mendaftar di
New York Military Academy (NYMA),
[17] Cornwall, New York.
Di sana, Trump lulus setelah menyelesaikan kelas delapan. Pada tahun
1983, Fred Trump mengatakan kepada seorang wartawan bahwa Donald itu
"anak yang cukup bandel ketika masih kecil."
[18]
Trump ikut serta dalam latiha ngerak baris, mengenakan seragam, dan
mendapat pangkat kapten pada tahun seniornya. Ia dipindahkan dari
jabatan komandan setelah salah satu anggotanya diduga memplonco anggota
baru di baraknya; Trump mengatakan bahwa ia "naik pangkat" dengan
pemindahan tersebut.
[19]
Tahun 2015, Trump memberitahu penulis biografinya bahwa NYMA memberinya
"latihan militer yang lebih keras dibandingkan orang-orang yang
terlibat di militer".
[20]
Trump kuliah di
Universitas Fordham di
Bronx selama dua tahun sejak Agustus 1964. Ia kemudian pindah ke
Wharton School,
Universitas Pennsylvania,
Philadelphia. Wharton School saat itu merupakan salah satu perguruan yang memiliki departemen kajian properti di Amerika Serikat.
[21][22] Ia mengambil kerja sampingan di perusahaan milik keluarganya, Elizabeth Trump & Son, yang menggunakan nama
nenek Trump dari pihak bapak.
[23] Trump lulus dari Wharton bulan Mei 1968 dengan gelar
Bachelor of Science dari jurusan ekonomi.
[22][24][25]
Trump tidak ikut wajib militer pada masa
Perang Vietnam.
[26] Semasa kuliah tahun 1964 sampai 1968, ia mendapat empat surat penangguhan medis.
[27]
Tahun 1966, ia dinilai layak ikut wajib militer setelah mengikuti uji
kesehatan militer. Tahun 1968, ia dinilai layak oleh dewan wajib militer
daerah, tetapi diberikan surat
penangguhan medis 1-Y pada Oktober 1968.
[28] Dalam sebuah wawancara untuk biografi tahun 2015, Trump mengatakan bahwa ia diberi surat penangguhan medis karena memiliki
taji tumit.
[20] Bulan Desember 1969, Trump mendapat nilai tinggi pada
undian wajib militer sehingga ia boleh tidak ikut dinas militer.
[28][29][30]
Karier properti
Semasa kuliah, Trump mengawali karier di dunia properti lewat perusahaan milik ayahnya,
[31] Elizabeth Trump and Son,
[32] yang mengutamakan rumah sewa kelas menengah di
distrik Brooklyn,
Queens, dan
Staten Island. Fred dan Donald Trump menanam modal sebesar $500.000 untuk membuka kembali komplek apartemen Swifton Village di
Cincinnati, Ohio.
[33]
Kendali perusahaan diserahkan kepada Trump pada tahun 1971. Trump mengganti nama perusahaan menjadi The Trump Organization.
[34][35] Ia diangkat sebagai presiden organisasi pada tahun 1973. Pada tahun yang sama, ia dan ayahnya
menarik perhatian luas setelah
Departemen Kehakiman
menuduh mereka mendiskriminasi orang-orang kulit hitam yang ingin
menyewa apartemen dan tidak melakukan pemeriksaan latar ekonomi seperti
yang dijanjikan sebelumnya. Dalam sebuah perjanjian tertulis, Trump
mengaku tidak melakukan perbuatan curang dan calon penyewa minoritas
yang layak akan diwakili oleh
Urban League.
[36][37]
Proyek pertama Trump di Manhattan adalah renovasi
Grand Hyatt Hotel pada tahun 1978 di sebelah
Grand Central Terminal
setelah sebelumnya ditempati Commodore Hotel. Sebagian besar renovasi
ini didanai oleh pinjaman sebesar $70 juta yang dijamin oleh Fred Trump
dan jaringan hotel Hyatt.
[38][39]
Karier dan bisnis
Trump memulai kariernya di perusahaan ayahnya,
The Trump Organization yang berkonsentrasi di bidang penyewaan
rumah kelas menengah. Salah satu proyek pertamanya adalah merenovasi komplek apartemen
Swifton Village di
Cincinnati,
Ohio.
Trump mengubah komplek apartemen 1200 unit dan menaikkan tarif 66%
menjadi 100%. Ketika menjual kembali Swifton Village seharga US$ 12
juta, Trump Organization meraup keuntungan sebesar US$ 6 juta.
Pada tahun
1970an, Trump mendapat keuntungan dari Pemerintah kota New York atas pembayaran pajak sebagai ganti krisis keuangan yang dihadapi
Hotel Commodore.
Trump juga sukses mengembangkan bidang properti untuk Javits Convention
Center. Berkembangnya Javits Convention Center membuat Trump berurusan
dengan pemerintah kota New York. Salah satu proyeknya yang bernilai US$
110 juta ternyata membuat New York membayar antara US$ 750 juta hingga
US$ 1 miliar. Trump menawarkan untuk mengganti rugi proyek itu tetapi
tawarannya ditolak.
Keadaan yang serupa terjadi ketika New York berusaha untuk merenovasi
Wollman Rink di
Central Park. Sebuah proyek pada tahun
1980
yang ditagetkan selesai dalam 2,5 tahun, tetapi hingga tahun 1986 dan
US$ 12 juta telah dikeluarkan proyek belum selesai. Trump menawarkan
untuk menangani proyek itu dan ia menyelesaikannya dalam waktu 6 bulan
dengan dana hanya US$ 2,750,000. Menariknya, selama awal tahun
1980an, Trump mengambil alih usaha jasa Roy Cohn, kepala Senat Komite Permanen pada Penyelidikan (
Senate Permanent Subcommittee on Investigations).
Resesi dan kebangkrutan
Pada tahun
1990,
sebagai dampak dari resesi, Trump kesulitan membayar utangnya. Ia
dihadapkan pada masalah pembayar pinjaman atas kasino ketiganya yaitu
Taj Mahal yang setara dengan 1 miliar dollar dengan
bunga sangat tinggi.
Meski ia harus mempertahankan bisnisnya dengan tambahan pinjaman dan menunda pembayaran bunga pinjaman, pada tahun
1991 melonjaknya hutang membuat bisnisnya mengalami kemunduran yang besar. Bank-bank telah kehilangan ratusan juta dolar.
Pada tanggal
2 November 1992,
Trump Plaza Hotel
terpaksa merencanakan paket perlindungan dari kebangkrutan setelah
tidak mampu membayar tunggakan pinjaman. Dalam rencananya, Trump
bersedia untuk memberikan 49 persen saham dari Hotel mewah tersebut.
Kepada
Citibank
dan 5 penyandang dana lainnya. Namun sebaliknya, Trump menerima keadaan
yang lebih baik yaitu menjabat posisi sebagai Chief Executive, meski
tanpa bayaran.
Pada tahun
1994,
Trump kehilangan 900 juta dolar dari rekening pribadinya dan kerugian
drastis pada sektor bisnis sebesar 3,5 miliar dolar. Ketika ia dipaksa
untuk meninggalkan
Trump Shuttle, ia diharuskan untuk mengurus Trump Tower di
New York City dan mengontrol 3 buah kasino di
Atlantic City.
Chase Manhattan Bank yang telah meminjamkan uang kepada Trump untuk membeli
West Side Yards, yang merupakan parsel Manhattan terbesarnya, terpaksa harus dijual kepada pengembang-pengembang di Asia.
Menurut anggota pembentuk Organisasi Trump, Trump tidak mengembalikan
semua kepemilikan atas Real Estate. Para pemilik berjanji untuk
memberikan 30 persen dari keuntungan manakala bangunan-bangunan tersebut
selesai dikembangkan atau terjual. Hingga masa itu, para pemilik
menginginkan apa yang telah Trump lakukan yaitu membangun kerja. Mereka
kemudian memberikan model konstruksi terbaru dan dana manajemen untuk
mempercepat pembangunan.
Di media
Donald Trump telah muncul di media dengan versi karikatur di seri-seri televisi dan film-film seperti
Home Alone 2,
The Nanny,
The Fresh Prince of Bel Air, Pays of Our live dan sebagai karakter ia sendiri adalah
The Little Rascals, serta menjadi bintang tamu acara-acara talk show.
Tahun 2004, Trump menjadi produser eksekutif dan pembawa acara di NBC
acara realitas, The Apprentice, yang mana keduanya merupakan persaingan
grup manajemen kelas atas. Kontestan ada yang dipecat atau terminasi
dari permainan. Pemenang dari permainan ini akan dikontrak selama 1
tahun di perusahaan Trump dengan gaji 250 ribu dolar. Untuk satu tahun
pertama, Trump mendapat bayaran sebesar 50.000 dolar per episode, namun
karena acara tersebut sukses, ia kemudian dibayar 3 juta dolar per
episode, dan ini menjadi orang pertelevisian dengan bayaran tertinggi.
Pada tahun 2007 Trump mendapat penghargaan atas program The Apprentice
dengan menerima sebuah bintang di
Hollywood Walk of Fame.
Trump juga dikenal sebagai penggemar
Wrestling Entertaintment.
Ia menjadi pembawa acara di Wrestles Mania IV dan V di Trump Palza, dan
juga menampilkan beberapa selebritis pada acara Wresles Mania VII dan
XX. Trump juga terlibat dalam acara WWE yang kemudian dikenal dengan
“Perang Milyarder”. Cerita ini berawal ketika Trump mengumbar kata-kata
bahwa ia dapat mengalahkan pemilik WWE,
Vince McMahon
dengan segala kemampuan. McMahon menjadi geram dan ia ingin bertarung
dngan Trump satu lawan satu. Tapi keduanya sepakat untuk bertarung
melalui pegulat mereka dalam acara Wrestle Mania 23. trump menunjuk
Bobby Lashley sebagai petarung untuk melawan petarung McMahon, Umaga.
Organisasi Miss Universe dimiliki oleh Trump dan NBC. Organisasi ini memproduksi
Miss Universe,
Miss USA dan
Miss Teen USA. Tahun 2005, Trump meluncurkan sebuah perusahaan pendidikan bisnis yang bernama
Trump University.
Pada suatu ketika Trump juga meluncurkan perusahaan-perusahaan yang ia
beri nama Trump Buffet, Trump Catering dan Trump ice Cream Parlor.
Januari 2006, Trump meluncurkan sebuah situs perjalanan daring,
GoTrump.com. Situs ini berisikan beberapa properti milik Trump seperti
hotel dan biro-biro perjalanan.
Kehidupan pribadi
Trump menikah sebanyak 3 kali yaitu:
- Ivana Zelnickova, lahir tahun 1949, Trump menikahinya tahun 1977,
Ivana melahirkan 3 orang anak yaitu Donald Jr pada tanggal 31 Desember
1977, Ivanka pada tanggal 30 Oktober 1981 dan Eric tanggal 11 Januari
1984. Pada Tahun 1992 mereka bercerai.
- Marla Maples, lahir tahun 1963, Trump menikahinya tahun 1993 dan
mereka memiliki 1 anak yaitu Tiffany yang lahir pada tanggal 13 Oktober
1993.
- Melanija Kanvs, lahir tahun 1970. Trump melamarnya tanggal 26 April
2004 kemudian menikahinya tanggal 22 Januari 2005 di Bethesda, Pantai
Palm, Florida. Hadir padasaat itu Bill Clinton, Barbara Walters, Tony
Bennett dan Radolph Giulani. Mereka punya 1 anak yang lahir pada tanggal
20 Maret 2006.
Lihat pula
Catatan
Referensi
- ^ Gillin, Joshua (August 24, 2015). "Bush says Trump was a Democrat longer than a Republican `in the last decade’". PolitiFact. Diakses tanggal October 21, 2015.
- ^ Sargent, Hilary (January 22, 2014). "The Man Responsible for Donald Trump’s Never-Ending Presidential Campaign". Boston.com.
A
New Hampshire Republican activist named Mike Dunbar dreamed up the idea
of a Donald Trump presidency [in] early summer of 1987... Dunbar
launched a ‘Draft Trump’ campaign... Stories about a possible Trump
presidency ran in newspapers across the country... (Trump was registered
as a Democrat at the time...)
- ^ a b "#324 Donald Trump". Forbes.
- ^ Kamisar, Ben (October 9, 2016). "Trump: Muslim ban 'morphed' into 'extreme vetting'". The Hill. Diakses tanggal November 14, 2016.
- ^ Jamaica Hospital (June 14, 1946). "Certificate of Birth: Donald John Trump" (PDF). Fox News Channel. Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal April 9, 2011. Diakses tanggal May 31, 2016.
- ^ Horowitz, Jason (January 2, 2016). "For Donald Trump, Lessons From a Brother's Suffering". The New York Times. Diakses tanggal July 24, 2016.
- ^ Blair, Gwenda (August 24, 2015). "The Man Who Made Trump Who He Is". Politico. Diakses tanggal July 24, 2016.
- ^ "Mary MacLeod Trump Philanthropist, 88". The New York Times (Obituary). August 9, 2000. Diakses tanggal May 12, 2016.
- ^ a b Pilon, Mary (June 24, 2016). "Donald Trump's Immigrant Mother". The New Yorker.
- ^ McGrane, Sally (April 29, 2016). "The Ancestral German Home of the Trumps". The New Yorker.
- ^ Davidson, Amy (April 8, 2016). "Donald Trump’s Nuclear Uncle". The New Yorker. Diakses tanggal July 24, 2016.
- ^ "Donald Trump's grandfather ran Canadian brothel during gold rush". CBC News. September 19, 2015. Diakses tanggal December 10, 2015.
- ^ Blair, Gwenda (2001). The Trumps: Three Generations of Builders and a Presidential Candidate (1st ed.). Simon & Schuster. pp. 28–29 and p. 453. ISBN 9780743210799.
- ^ Blair, Gwenda (2001). The Trumps: Three Generations That Built an Empire. New York: Simon & Schuster. p. 26. ISBN 978-0-7432-1079-9.
- ^ Frates, Chris (August 24, 2015). "Donald Trump's Immigrant Wives". CNN. Diakses tanggal September 3, 2015.
- ^ Horowitz, Jason (September 22, 2015). "Donald Trump's Old Queens Neighborhood Contrasts With the Diverse Area Around It". The New York Times. Diakses tanggal January 17, 2016.
- ^ Strauss, Valerie (July 17, 2015). "Yes, Donald Trump really went to an Ivy League school". The Washington Post. Diakses tanggal February 27, 2016.
- ^ Bender, Marylin (August 7, 1983). "The empire and ego of Donald Trump". The New York Times. Diakses tanggal May 22, 2008.
- ^ Miller, Michael (January 9, 2016). "50 years later, disagreements over young Trump's military academy record". The Washington Post. Diakses tanggal April 9, 2016.
- ^ a b Barbaro, Michael (September 8, 2015). "Donald Trump Likens His Schooling to Military Service in Book". The New York Times. Diakses tanggal September 8, 2015.
- ^ Blair, Gwenda (2005). Donald Trump: Master Apprentice. Simon and Schuster. pp. 16–. ISBN 978-0-7432-7510-1.
- ^ a b Viser, Matt (August 28, 2015). "Even in college, Donald Trump was brash". The Boston Globe.
- ^ Ehrenfreund, Max (September 3, 2015). "The real reason Donald Trump is so rich". The Washington Post. Diakses tanggal January 17, 2016.
- ^ "The Best Known Brand Name in Real Estate". The Wharton School. Spring 2007.
- ^ "Two Hundred and Twelfth Commencement for the Conferring of Degrees" (PDF). University of Pennsylvania. May 20, 1968. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal July 19, 2016.
- ^ Montopoli, Brian (April 29, 2011). "Donald Trump avoided Vietnam with deferments, records show". CBS News. Diakses tanggal July 17, 2015.
- ^ Lee, Kurtis (August 4, 2016). "How deferments protected Donald Trump from serving in Vietnam". Los Angeles Times. ISSN 0458-3035. Diakses tanggal August 4, 2016.
- ^ a b Whitlock, Craig (July 21, 2015). "Questions linger about Trump's draft deferments during Vietnam War". The Washington Post.
- ^ Goldman, Russell (April 29, 2011). "Donald Trump's Own Secret: Vietnam Draft Records". ABC News. Diakses tanggal August 1, 2016.
Nor
do the documents categorically suggest it was deferments and not a high
draft number that ultimately allowed him to avoid the draft.
- ^ Eder, Steve; Philipps, Dave (August 1, 2016). "Donald Trump's Draft Deferments: Four for College, One for Bad Feet". The New York Times. ISSN 0362-4331. Diakses tanggal August 2, 2016.
Because
of his medical exemption, his lottery number would have been
irrelevant, said Richard Flahavan, a spokesman for the Selective Service
System, who has worked for the agency for three decades... Still, Mr.
Trump, in the interviews, said he believed he could have been subject to
another physical exam to check on his bone spurs, had his draft number
been called. 'I would have had to go eventually because that was a minor
medical...' But the publicly available draft records of Mr. Trump
include the letters 'DISQ' next to his exam date, with no notation
indicating that he would be re-examined.
- ^ "In Step With: Donald Trump". Parade. November 14, 2004. Diarsipkan dari versi asli tanggal October 14, 2010.
- ^ Trump, Donald J.; Schwartz, Tony (January 1989) [First published 1987]. Trump: The Art of the Deal. Warner Books. p. 46. ISBN 978-0-446-35325-0.
He called his company Elizabeth Trump & Son ...
- ^ "Donald Trump's Bond Hill connection". The Enquirer. August 12, 2015.
- ^ Blair, Gwenda (2005). Donald Trump: Master Apprenticel. Simon & Schuster. p. 23. ISBN 978-0-7432-7510-1.
- ^ Kelly, Conor (July 27, 2015). "Meet Donald Trump: Everything You Need To Know (And Probably Didn't Know) About The 2016 Republican Presidential Candidate". ABC News.
- ^ Dunlap, David (July 30, 2015). "1973: Meet Donald Trump". The New York Times. Diarsipkan dari versi asli tanggal July 31, 2015.
Trump
Management... was also to allow the league to present qualified
applicants for every fifth vacancy... Trump himself said he was
satisfied that the agreement did not 'compel the Trump Organization to
accept persons on welfare as tenants unless as qualified as any other
tenant.'
- ^ Kranish, Michael; O'Harrow, Robert (January 23, 2016). "Inside the government's racial bias case against Donald Trump's company, and how he fought it". The Washington Post.
Civil
rights groups in the city viewed the Trump company as just one example
of a nationwide problem of housing discrimination. But targeting the
Trumps provided a chance to have an impact, said Eleanor Holmes Norton,
who was then chairwoman of the city's human rights commission. 'They
were big names.'
- ^ Wooten, Sara McIntosh (2009). Donald Trump: From Real Estate to Reality TV. pp. 32–35. ISBN 0-7660-2890-9.
- ^ Kessler, Glenn (March 3, 2016). "Trump's false claim he built his empire with a 'small loan' from his father". The Washington Post.
Pranala luar
| Sumber pustaka |
| Tentang Donald Trump |
|
|
| Oleh Donald Trump |
|
|